Senang sekali menghadiri undangan dari P4NJ pusat ini, bisa kumpul bersama 150 peserta dari 18 P4NJ dari 28 P4NJ seluruh Indonesia.
Agenda rapat ini hanya satu: penyerahan panduan istighosah dan tausyiyah dari pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, KH Muhammad Zuhri Zaini.
Sebagaimana sambutan pengantar yang disampaikan oleh KH Junaidi, ketua P4NJ pusat, dan yang sudah ditulisan dalam berita Berdampak.net di atas, agenda ini berawal dari hasil sowan kiai Junaidi dengan Kyai Zuhri untuk meningkatkan istighosah dan permohonan kepada Allah, karena Umat Islam saat ini banyak mendapat cobaan dan fitnah.
"Kita harus peduli," kata Kiai Junaidi. Karena:
ومن لم يهتم بأمر المسلمين فليس منا
"Barangsiapa siapa yang tidak peduli dengan urusan muslimin, maka bukan termasuk dari golongan kami," kata Kyai Junaidi, mengutip hadits yang ditulis oleh Kyai Zuhri dalam pengantar buku panduan.
"Buku panduan istighosah ini berisi tawassulat kepada seluruh Masyayikh pesantren Jawa, Madura, Kalimantan, dan seterusnya, hizib nashor, dan doa dari Kyai Zaini Mun'im," kata Kyai Junaidi.
Dalam tausyiyahnya, Kyai Zuhri menjelaskan bahwa di Nurul Jadid era 1970-an, jika ada masalah nasional, santri biasa istighosah. "Ini menunjukkan pentingnya istighosah: sunnah para pendahulu," ujar Kyai.
Hal ini karena kita sekarang disorot dunia.
Mengenai hizib nashor, Kyai menjelaskan bahwa musuh tidak usah disebut. Barangkali, musuh kita itu diri kita sendiri, kata Kyai Zuhri:
عدوك بين الجنبين
Musuhmu ada di antara dua sisimu. "Yaitu nafsu kita," kata Kyai.
Kyai menyarankan tiga hal kepada kita dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.
Pertama, saling menghargai.
Kyai Zuhri bercerita, ada kisah seorang ulama yang menghentikan langkahnya karena ada anjing lewat. Setelah ditanya oleh muridnya, ternyata jawabannya karena menghargainya.
"Aku yakin anjing itu tidak memiliki dosa," kata sang ulama.
"Tapi kalau kita biasa saja, ini lain tingkatan. Agar kita tidak dikatakan helap," kata Kyai Zuhri disambut gerrr seluruh di peserta.
كن كالناس ...
"Jadilah seperti manusia pada umumnya," tambah Kyai.
Dan bermanfaat kepada orang lain.
Kedua, saling memahami.
Misalnya, sebagaimana suami kita memahami bahwa sebagian istri kalau dandan dan persiapan itu membutuhkan waktu lama.
"Tetapi jangan lama-lama, istri harus memahami juga kalau suami sedang menunggu," tuturnya, lalu disambut tawa lagi oleh peserta.
Ketiga, saling memaafkan.
"Jika ketiga hal ini dilakukan dalam kehidupan berkeluarga maupun bermasyarakat, in shaaAllah kedamaian akan terjadi," tuturnya.
Kyai kemudian menghentikan tausyiyahnya karena kumandang adzan. Kemudian setelah itu Kyai menyelesaikannya.
"Ini, mumpung berdoa diantara dua azan-yakni azan dan iqamah, mustajab," pungkasnya.
الدعاء بين الاذين مستجاب.
Acara lalu ditutup dengan doa.
Kemudian penyerahan Buku Panduan kepada seluruh Ketua P4NJ yang hadir.
Aula Mini Nurul Jadid, Sabtu 21 November 2025.
